Skip to main content

Katakan yang Dipikiranmu

A : aku suka sekali dengan Z
B : (aku juga)
A : kamu dekat banget sama dia. Kamu pacarnya atau apanya sih?
B : ehe. Kita hanya teman kok (nyengir)
A : oke deh. Bagus kalo gitu
B : emang kenapa?
A : biar aku gebet, comblangin dong. Hehehe
B : sipp (makan hati)

Tidak jarang orang lebih memilih makan hati seperti percakapan tersebut dibandingkan mengungkapkan kebenaran yang ada di dalam pikirannya. Sering kali pula seseorang meminta orang lain untuk mengerti dirinya tanpa harus mengatakannya.
.
.
Well. Jika kamu termasuk dalam golongan itu, kamu masuk dalam golongan orang bodoh yang tidak mau maju. Mau sampai kapan begitu? Kapan akan kamu dokrin dalam pikiranmu untuk mengutarakan apa yang kamu pikirkan?
.
.
Berharap orang lain mengerti kamu? Salah besar membangun harapan demikian. Yang mengerti kamu hanyalah kamu sendiri bukan dia dan bukan mereka. Orang lain tidak akan tahu persis yang ada dipikiranmu jika kamu tidak mengatakannya. Mereka itu bukan Tuhan yang mengetahui segalanya tentangmu.
.
.
Mulai sekarang berhenti bersikap bodoh dan mulailah sayangi dirimu. Jika kamu saja tidak menyayangi dirimu sendiri apalagi orang lain. Mulailah dari diri sendiri agar kamu dapat memulai kehidupan dengan orang disekitarmu. Fighting!

Comments

Popular posts from this blog

Kamu dan Cerita Senja

Matahari hendak bersembunyi di ufuk Barat. Entahlah apakah karena rasa canggung atau sipu. Aku tidak begitu peduli padanya, yang aku tau jika aku bersama kamu tidak ada lagi rasa canggung ataupun sipu. Aku seperti memiliki rasa keberanian yang dahsyat disertai ada keinginan yang menggebu-gebu hendak menunjukkan kemesraan kita pada dunia. Meyakini akan adanya cinta sejati. Aku harap mesra dibawah senja yang diiringi gelombang laut yang lantang ini dapat terjalin selamanya hingga akhir hayat nanti. Biarlah senja saja yang berlalu ketika malam menyapa, namun rasa sayang tidak akan berlalu.  Jika diizinkan kiranya hubungan ini seperti ombak, ada pasang surutnya namun tidak akan pernah habis hingga kelak mata tertutup selamanya, bukan malah berakhir seperti perenang yang tenggelam dalam laut karena kakinya keram ketika berenang. Antara dia akan meninggal atau menimbulkan trauma untuk mencoba kembali.

Kamu atau Dia?

Kamu itu seperti hantu, suka tiba-tiba muncul. Suka datang dan pergi secara mendadak. Kadang memberi kabar dan kadang pula tidak ada kabar. Sedangkan dia itu berwujudkan manusia, selalu ada buat nemani dan menggenggam tanganku ketika takut menghadapi kamu yang seperti hantu. . . . Lantas, mana yang akan aku sukai? Kamu yang seperti hantu dan membuat aku ketakutan tiap melihatmu atau dia yang berwujud manusia namun aku tidak mengerti dirinya :')) 

T H A N K Y O U

Kamu memulai kisah, aku melanjutkannya dan aku terjebak sendiri, merasakan kebingungan yang dasyat. Lupa dengan tujuan mencari jalan ke luar hingga akhirnya aku menikmatinya dan mulai terbiasa mengikuti kisah yang kamu mulai.  . . Hingga suatu ketika, kamu jenuh sendiri dan ingin menyelesaikannya namun tidak tahu cara yang baik dan benar. Aku memberikan menyuman merekah melihat hal itu. Ingin juga rasanya tertawa terbahak-bahak.  . . Kamu terjebak dengan permainan perasaan yang kamu ciptakan sendiri. Tidak sesuai dengan ekspektasi mu. Namun aku juga merasa bersalah dengan kisah ini. Aku merasa tokoh paling jahat yang pernah ada.  . . Aku tau namun berpura tidak tau. Namun aku juga ingin kamu berevaluasi sendiri. Sesuatu yang ditarik-ulur itu tidak enak, seolah iya namun tidak dan sebaliknya. Itu hanya akan membuat setiap orang menilai kamu sebagai pengecut.  . . Sudah cukup waktunya, akupun memberi peluang bagimu untuk mewujudkan ekspektasi-...